Website Resmi Desa Baturagung Kec. Gubug Kab. Grobogan

Tetap Ngaji, TPQ An-Najach Jalankan Prokes saat Kegiatan Mengaji Al-Qur’an

Pandemi Covid 19 belum juga reda di negeri ini, malah kian hari kasus baru semakin bertambah banyak.

Hingga hari ini (24/12) Kasus Covid 19 di Indonesia sudah mencapai angka 643.508 kasus, namun demikian angka sembuh sudah mencapai 526.976. Pemerintah selalu menyuarakan untuk menerapkan protokol Kesehatan untuk pencegahan covid 19 ini disegala bidang. Yakni dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

Begitu juga di salah satu TPQ di Desa Baturagung ini. TPQ An-Najach yang terletak di RT 08 RW 02 Dusun Batur ini. Semenjak ada anjuran dari pemerintah pusat untuk menerapkan protokol kesehaan. Sehingga kegiatan TPQ ini selalu menerapkan prokes diantaranya memakai masker, faceshield, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. TPQ yang memiliki kurang lebih 100 santri ini tentunya punya cara khusus dalam kegiatan belajarnya agar tidak terjadi banyak kerumunan. Pengurus TPQ membaginya dalam dua sesi yakni sore dan malam.

Perlu diketahui “Di TPQ An-Najach tidak membeda-bedakan antara satu santri dengan yang lainnya, semua kalangan kami terima, tidak khusus hanya anaknya famili, kerabat, atau orang berada, karena semua kami anggap sebagai sedulur sesama muslim, umat Baginda nabi Muhammad Saw, sehingga kami merasa harus menerima semuanya. Semoga kami bisa menjalankan amanah ini dengan kesabaran dan berharap ridho Allah SWT.” Jelas ustadz Syafi’i sebagai ketua pengurus di TPQ ini.

 

“Misi kami bukan hanya mengajar Al-Qur’an saja, namun juga mengajari sopan santun (Akhlaqul Karimah), agar anak pandai baca Alqur’an dengan baik dan berbudi pekerti yang luhur, memang tidak mudah, karena perbedaan tingkat kemampuan anak dalam menyerap dan merespon apa yang kami sampaikan dalam kegiatan pembelajaran di TPQ, kamipun memakluminya sambil berdoa semoga Allah memudahkan dalam pembelajaran ini, karena kami bertugas hanya sebagai pengajar, dan Allah SWT yang memberi hidayah kefahaman dan futuhiyyah(keterbukaan ilmu dan cahaya hati)”. Lanjut ustadz Syafii. (MAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *