Memenuhi undangan dari UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat Gubug I dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader Kesehatan. 4 Kader dari Desa Baturagung mengikuti pelatihan kader Pendamping Bumil Resti Kaji Sawo Mateng (Kader Siji Sak Wong Meteng). Di Kecamatan Gubug sendiri ada 13 Desa yang mengikuti kegiatan ini dengan 1 posyandu 1 peserta. Untuk desa Baturagung ada 4 Posyandu sehingga yang mengikuti kegiatan ini ada 4 kader yakni :

  1. Laila Fitriyani
  2. Muji Rahayu
  3. Titin Sri Wedari
  4. Titi Karsati

Tempat pelaksanaan pelatihan ini dibagi ke dalam 2 tempat dan 2 kelompok yakni Rumah Dinas Puskesmas di Jl. Raya Bhayangkara No. 9 (Depan Kantor Pos Gubug) meliputi Desa Kemiri, Papanrejo, Kunjeng, Kuwaron, Rowosari dan Gubug dan di Balai Desa Tambakan. Untuk Desa Baturagung sendiri 4 kader tersebut menghadiri pelatihan di Balai Desa Tambakan pada tanggal 7 – 8 April 2021 yang dimulai pukul 08.00 WIB. Bersama itu hadir pula kader-kader dari desa lainnya seperti Jatipecaron 4 Kader, Pranten 4 Kader, Tambakan 4 Kader, Ringinkidul 3 Kader, Ringinharjo 4 Kader dan Tlogomulyo 4 Kader.

Secara garis besar pelatihan ini menitikberatkan pada program Pendampingan Bumil Risti Kaji Sawo Mateng (Kader Siji Sak Wong Meteng) yaitu 1 orang kader mendampingi 1 bumil yang risti. Bumil Risti sendiri adalah Ibu Hamil yang mengalami risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan, bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal.

Perlu diketahui yang termasuk Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi adalah :
– Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.
– Bentuk panggul ibu yang tidak normal.
– Badan Ibu kurus pucat.
– Umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
– Jumlah anak lebih dari 4 orang.
– Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.
– Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu.
– Sering terjadi keguguran sebelumnya.
– Kepala pusing hebat. Kaki bengkak.
– Perdarahan pada waktu hamil.
– Keluar air ketuban pada waktu hamil.
– Batuk-batuk lama.

Tentunya Program pendampingan ibu hamil beresiko tinggi oleh kader posyandu ini sangatlah penting. Tujuan secara umum untuk mendeteksi/mengenal secara dini agar bahaya dari resiko tersebut bisa dicegah. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil, keluarga dan orang-orang yang berpengaruh terhadap ibu hamil tersebut sampai mendapatkan pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan. (MAH)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *