Website Resmi Desa Baturagung Kec. Gubug Kab. Grobogan

KKN UPGRIS adakan Workshop Kewirausahaan di Balai Desa Baturagung

Baturagung, 5 Februari 2020

Siang ini tepat pukul 13.00, KKN dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan workshop kewirausahaan dengan tema Upaya Meningkatkan Kreativitas Produk Unggulan Desa Baturagung Berbasis Online Marketing Menuju Desa Tangguh Dan Mandiri.

Acara ini dihadiri langsung oleh para pemerintahan desa, anggota BPD, penggerak PKK dan pelaku langsung dari UMKM produk unggulan desa Baturagung.

Sebelum acara dimulai ada beberapa acara pembuka diantaranya akustikan dan tari. Acara yang dipandu sekitar 20 peserta KKN UPGRIS ini berjalan lancar hingga acara selesai. Dengan adanya Workshop ini diharapkan para pelaku UMKM dapat menggunakan Market Online karena sekarang semua serba digital.

Dilansir dari wikipedia.com Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008.

Yang termasuk kriteria usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih mencapai Rp 50.000.000,- tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan usaha mikro setiap tahunnnya paling banyak Rp 300.000.000,- Usaha kecil merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, baik yang dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah.

Yang masuk kriteria usaha kecil adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih Rp 50.000.000,- dengan maksimal yang dibutuhkannya mencapai Rp 500.000.000,-. Hasil penjualan bisnis setiap tahunnya antara Rp 300.000.000,- sampai paling banyak Rp 2,5.000.000.000,-.

Sedangkan usaha menengah adalah usaha dalam ekonomi produktif dan bukan merupakan cabang atau anak usaha dari perusahaan pusat serta menjadi bagian secara langsung maupun tak langsung terhadap usaha kecil atau usaha besar dengan total kekayan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan. Usaha menengah sering dikategorikan sebagai bisnis besar dengan kriteria kekayaan bersih yang dimiliki pemilik usaha mencapai lebih dari Rp500.000.000,- hingga Rp10.000.000.000,- dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp2,5 miliar sampai dengan Rp50 miliar,- (MAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *